千年之約的緣起 – Nidana Janji Sewu Tahun

By September 28, 2018News

中文在印尼文下

Pada tahun 982 Masehi, di Kerajaan Zahor, lahirlah seorang pangeran yang bernama Candragarbha. Sang pangeran memiliki berbagai kualitas-kualitas kebajikan, beliau hidup dengan penuh kelimpahan, semenjak kecil beliau sudah menunjukkan kecerdasan dan kegemaran untuk belajar. Sama seperti Sakyamuni Buddha, Beliau terlahir mulia sebagai putra raja, namun memiliki niat untuk meninggalkan kehidupan duniawi yang penuh dengan kemewahan. Pada saat Sang Pangeran menginjak usia 29 tahun, Beliau ditahbiskan sebagai biksu oleh Upadhyaya Silaraksita dari Mahasanghika di Mahabodhi Vajrasana di Odantapuri Mahavihara, dengan nama Dharma : Dipamkara Srijnana, dan saat ini dikenal sebagai Y.A. Atisa.

Y.A. Atisa berguru kepada banyak Mahasiddha, menguasai pustaka dari tiap aliran, dan mempelajari berbagai macam pustaka lainnya. Beliau mendengar bahwa di Suvarnadvipa, sebuah tempat nun jauh di sana, ada seorang Mahaguru dari Suvarnadvipa ( Serlingpa ) yang penuh welas asih, yang dijuluki sebagai Raja Bodhicitta, yaitu : Dharmakirti.

Mendengar mengenai Sang Mahaguru, timbul sukacita besar dalam hati Y.A. Atisa, Beliau sangat menjunjung tinggi Mahaguru tersebut, dan bertekad untuk berlayar dari Sri Lanka mengarungi samudra untuk memohon Dharma. Mendengar kabar mengenai niat dari Y.A. Atisa, anggota Sangha yang lain juga minta untuk ikut serta dalam pelayaran memohon Dharma ke Suvarnadvipa. Maka, bersama dengan para kalyanamitra dan ratusan anggota Sangha terkemuka, Y.A. Atisa membawa banyak sarana puja yang berharga, naik perahu mengarungi lautan, dan akhirnya pada tahun 1012 menyusuri Sungai Batang Hari mencapai tempat kediaman Suvarnadvipi Dharmakirti, yang saat ini dikenal dengan sebutan Jambi di Sumatera.

Setelah menempuh perjalanan panjang dan penuh rintangan, terlebih dahulu Y.A. Atisa dan Suvarnadvipi Dharmakirti saling mengamati selama 3 tahun, barulah kemudian Y.A. Atisa melakukan upacara mohon transmisi Dharma, memohon ajaran agung mengenai Bodhicitta. Demi menguji tekad Y.A. Atisa, Sang Mahaguru meminta supaya Y.A. Atisa menetap di Nusantara selama 12 tahun, jika tidak sanggup, maka tidak akan memperoleh transmisi Dharma. Tanpa goyah dari tekad awalnya, Y.A. Atisa langsung menyanggupi, semenjak saat itu, Beliau mengabdi kepada Suvarnadvipi Dharmakirti selama 12 tahun, dan berhasil mencapai kesempurnaan melalui ajaran Bodhicitta, merealisasikan keberhasilan agung.

Setelah mencapai realisasi dalam ajaran Bodhicitta, Y.A. Atisa memperoleh restu dari Sang Mahaguru untuk kembali ke India menyeberangkan insan luas. Saat Y.A. Atisa hendak meninggalkan pulau Sumatera, Beliau berpesan kepada tetua setempat mengenai tanda-tanda penitisan-Nya serta kedatangan-Nya kembali ke Nusantara demi menyambung silsilah Dharma. Tepat seribu tahun telah berlalu, pada tahun 2012, Dharmaraja Liansheng datang membabarkan Dharma ke Indonesia dan menanam pohon Bodhi di Jambi. Pada saat menanam pohon Bodhi, mendadak suara guntur menggelegar di angkasa, gerimis amrta tercurah dari langit, seakan para Dewata dan Dharmapala memberikan sambutan sukacita, saat itu Mahaguru mendengar suara dari angkasa : “Anda adalah kedatangan kembali dari Y.A. Atisa !”

◎ Upacara Agung Atisa Dipamkara Srijnana Menyambung Nadi Dharma Silsilah Tantra Satyabuddha di Indonesia

Memenuhi undangan dan permohonan transmisi Dharma dari True Buddha Foundation, beserta Majelis Agama Buddha Tantrayana Zhenfo Zong Kasogatan Indonesia dan Majelis Agama Buddha Tantrayana Satyabuddha Indonesia, kelak pada tanggal 8 Desember 2018, Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu akan memimpin Upacara Agung Atisa Dipamkara di Indonesia, menganugerahkan transmisi perdana Sadhana Adinatayoga Atisa dan Bodhipathapradipa, serta Abhiseka Sarana dan Purifikasi, memutar Dharmacakra agung, supaya silsilah nadi Dharma sewu tahun terus sinambung. Perjalanan pembabaran Dharma Mahaguru kali ini, tidak hanya memimpin Upacara Agung di Tangerang, dalam beberapa hari pembabaran Dharma, Mahaguru juga akan memutar Dharmacakra dan meresmikan altar mandala tujuh vihara, berkumpul bersama segenap siswa, memenuhi harapan semua.

Selama 12 tahun Y.A. Atisa belajar ajaran Bodhicitta kepada Svarnavipi Dharmakirti, Beliau telah melalui proses : Ikrar Bodhciitta, pengamalan Bodhicitta, dan penyempurnaan Bodhicitta, sebuah tahap bhavana bertahun-tahun yang luar biasa. Oleh karena itu, Direktur Departemen Publikasi True Buddha Foundation : Acarya Shi Lianyue (蓮悅上師) yang juga selaku CEO Upacara Agung Atisa kali ini, bersama kedua majelis Zhenfo Zong di Indonesia telah dengan saksama merencanakan serangkaian kegiatan ‘Tapak Tilas Sewu Tahun’ sebelum Upacara Agung, di mana kegiatan pertama ‘Ikrar Bodhicitta’ diselenggarakan pada bulan Agustus di Candi Muaro Jambi, dan ‘Pengamalan Bodhicitta’ di Candi Borobudur, serta kegiatan utama adalah : ‘Janji Sewu Tahun – Penyempurnaan Bodhicitta’ Upacara Agung pada tanggal 8 Desember 2018. Demikianlah nidana istimewa dari perjalanan Tapak Tilas Sewu Tahun – Mohon Buddha Menetap di Dunia sampai dengan penyempurnaan, yaitu : ‘Janji Sewu Tahun’.

8 Desember 2018, pukul 14:00 ( WIB ) ‘Janji Sewu Tahun – Penyempurnaan Bodhicitta’ Dharmaraja Liansheng Memimpin Upacara Agung Homa Atisa Dipamkara Srijnana, menganugerahkan transmisi perdana : Sadhana Adinatayoga Atisa dan Bodhipathapradipa ( Termasuk : Abhiseka Sarana dan Purifikasi )

Lokasi Upacara::Indonesia Convention Exhibition ( ICE )
Jalan BSD Grand Boulevard Raya No. 1
BSD City , Tangerang , Indonesia

◎ Informasi Upacara Agung Homa Atisa 2018:
WA / Line / WeChat ( 中文 – Mandarin ) : +62-851-0011-2255
WA / Line / WeChat ( English / Bahasa Indonesia ) : +62-813-8787-5517
E-mail : tbf2018atisa@gmail.com
Situs resmi : tbina.org
IG : Atisa2018

Silakan Klik di Sini untuk Mengunduh Formulir Upacara
http://tbina.org/event/upacara-agung-homa-atisa-dipamkara-srijnana/

Sumber :
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=38&csid=8&id=4625

千年之約的緣起
公元982年,古印度薩賀爾王國誕生了一位王子,名為月藏。月藏王子的各項條件圓滿俱足,生活豐足無虞,據傳,他自幼天資聰穎好學。他與釋迦摩尼佛一樣貴為王族,但同樣地對浮華的生活產生了極度想脫離的心。王子二十九歲時,在大菩提金剛座〈摩底毗訶羅寺〉持律上座戒鎧論師處正式出家;此後,王子法號「吉祥燃燈智」,又稱「阿底峽」,即是現今眾所皆知的「阿底峽尊者」。

尊者依止的上師甚多,祂通達各部派教典、遍學各種經典;祂聽聞在遙遠的金洲上,有位心懷大悲,被人們稱為菩提心王的金洲大師——「法稱大師」。尊者對這位大師心生崇拜與無限歡喜之情,便決意從印度斯里蘭卡渡海尋訪;其他僧侶們聽說了這件事,也紛紛請求同行前往。於是,尊者偕同其道侶及百餘名僧侶,帶著無數珍貴的供養,坐船沿著峇當哈利河前往金洲大師的所在地——今日印尼蘇門答臘島的占碑,時公元1012年。好不容易到達金洲,尊者與大師先相互觀察三年後,尊者才真正向大師求法,懇請傳授菩提心法;大師聞尊者求法,為考驗尊者堅定與否,要求尊者須留在印尼12年,否則不傳。面對如此要求,尊者仍毫不動搖地答應,自此,尊者便在大師身邊事師12年,並圓滿的修得菩提心法,得大成就。

得證菩提心法後,尊者得到大師的首肯,返回印度,以所學廣度眾生。阿底峽尊者離開蘇門答臘島時,對當地土著長老說:「將來若有載紅帽者,傳『嗡。古嚕。蓮生。悉地吽。』咒者,你們要去皈依。那是我阿底峽尊者的再來人也!」四季更迭、時光流轉,時間來到公元2012年,聖尊蓮生活佛來到印尼弘法,在占碑種下菩提樹。植樹之時,虛空中剎時雷聲大作陣陣鳴響,普降甘霖現瑞相,諸天護法擁戴,聖尊忽聞空中有聲曰:「你是阿底峽的再來!」

◎阿底峽尊者大法會
將開啟真佛密法在印尼之法緣

應宗委會和印尼密教總協會及印尼密教總會的請法下,聖尊將於2018年12月8日再次前往印尼,主持阿底峽尊者大法會,傳授「阿底峽尊者本尊法」及「菩提道炬論」,並賜授灌頂,轉動大法輪,使千年的法脈傳承雋永不息。聖尊此次印尼之行,不僅將在雅加達舉行大法會,更安排多日行程,為七座新成立的雷藏寺開光,與弟子們相聚,圓滿弟子們的期望。

阿底峽尊者在金洲大師身邊修持菩提心法歷經12年,其中經過「願菩提、行菩提、圓滿菩提」的階段,年復一年的修持過程非今人所能想像。因此,指導單位宗委會TBF文宣處處長蓮悅上師也是大會總執行長,偕同印尼兩大單位:印尼總協會和印尼密教總會通力合作,精心策劃了與阿底峽尊者相關的一系列大法會前行活動,將在8月、10月、12月分別舉行;展開千年尋根之旅,請佛住世。

阿底峽尊者護摩大法會-首傳:阿底峽尊者本尊法及菩提道炬論灌頂

2018年12月08日,印尼時間下午兩點正「千年之約-圓滿菩提」 蓮生法王盧勝彥 親自主壇阿底峽尊者護摩大法會-首傳:阿底峽尊者本尊法及菩提道炬論灌頂(含:還淨及皈依灌頂)

8 Desember 2018, pukul 14:00 ( WIB ) ‘Janji Sewu Tahun – Penyempurnaan Bodhicitta’ Dharmaraja Liansheng Memimpin Upacara Agung Homa Atisa Dipamkara Srijnana, menganugerahkan transmisi perdana : Sadhana Adinatayoga Atisa dan Bodhipathapradipa ( Termasuk : Abhiseka Sarana dan Purifikasi )

法會地點:Indonesia Convention Exhibition ( ICE )
Jalan BSD Grand Boulevard Raya No. 1
BSD City , Tangerang , Indonesia

◎ 2018年12月阿底峽尊者護摩大法會 詳情請洽主辦單位
秘書處  :
WA / Line / WeChat ( 中文 – Mandarin ) : +62-851-0011-2255
WA / Line / WeChat ( English / Bahasa Indonesia ) : +62-813-8787-5517
E-mail : tbf2018atisa@gmail.com

官方網站 : tbina.org
IG : Atisa2018

來源 :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4686

Leave a Reply