2018.10.27「千年尋根 請佛住世:行菩提」Tapak Tilas Sewu Tahun demi Prathana – Pengamalan Bodhicitta

By October 30, 2018News

中文在印尼文下

【Liputan TBSN】

Kegiatan ‘Tapak Tilas Sewu Tahun demi Prathana – Pengamalan Bodhicitta’ yang diprakarsai oleh True Buddha Foundation ( TBF ), diselenggarakan pada tanggal 26 Oktober 2018 di Yogyakarta.

Kegiatan ini dihadiri oleh 21 orang Acarya dari berbagai negara, termasuk di antaranya adalah 7 direktur TBF. Selain itu dihadiri pula oleh para biksu dan biksuni berjumlah 16 orang, para Pandita Dharmaduta dan Pandita Lokapalasraya, beserta siswa Zhenfo Zong dari berbagai negara, keseluruhan berjumlah sekitar seribu orang turut berpartisipasi dalam kegiatan pengamalan Bodhicitta.

Selain ‘Dialog Nilai Sejarah’ yang diselenggarakan di The Alana Hotel Yogyakarta, dalam kegiatan kali ini juga digelar upacara agung di Candi Agung Borobudur, situs bersejarah kebanggaan Indonesia. Sebelumnya, Candi Borobudur hanya dibuka untuk penyelenggaraan Upacara Waisak dan Asadha, kali ini merupakan pertama kalinya Zhenfo Zong dapat menyelenggarakan upacara di Zona 1 Candi Agung Borobudur.

Menyusul kesuksesan acara ‘Dialog Nilai Sejarah’ pada bulan Agustus di Jambi tahun ini, maka pada kegiatan bulan Oktober kali ini juga digelar acara serupa dengan materi yang lebih banyak dan acara yang lebih menarik. Yang teristimewa adalah, selaku pembicara acara ‘Dialog Nilai Sejarah’ pada tanggal 27 dan 28 Oktober 2018 adalah :

Prof. Dr. Noerhadi Magetsari, Guru Besar Emeritus Universitas Indonesia.
Dr. Hari Untoro Dradjat, tenaga ahli Menteri Pariwisata pada Badan Otorita Borobudur.
Dr. Niken Wirasanti, M.Si. , dosen Universitas Gadjah Mada.

Selain itu, dihadiri pula oleh para tamu agung :
Ditjen Bimas Buddha : Bapak Caliadi, S.H., M.H.
Ketua Umum WALUBI : Dra. Siti Hartati Tjakra Murdaya.
Ketua True Buddha Foundation : Acarya Lianhua Chengzu.
Tujuh Direktur True Buddha Foundation.
Bhante Pabhakaro.
Ketua Umum Majelis Agama Buddha Tantrayana Satya Buddha Indonesia : Bapak Rahmat Hartanto.
Ketua Umum Majelis Agama Buddha Tantrayana Zhenfo Zong Kasogatan Indonesia : Ibu Winarni Harsono.
Para mahasiswa fakultas arkeologi Universitas Gadjah Mada.

‘Tapak Tilas Sewu Tahun demi Prathana – Pengamalan Bodhicitta’ di Yogyakarta di hadiri oleh umat Sedharma dari dalam dan luar negeri, serta yang teristimewa adalah selain berpartisipasi dalam kegiatan kali ini, umat dari Dusun Lamuk juga mempersembahkan beberapa tarian tradisional Nusantara.

Selain acara ‘Dialog Nilai Sejarah’, pihak panitia juga mendapatkan izin dari museum setempat untuk memamerkan beberapa arca yang berusia ribuan tahun untuk dipamerkan di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center. Selain digunakan sebagai media belajar nilai-nilai sejarah Nusantara, pada tanggal 28 Oktober 7 Acarya mengabhiseka arca bersejarah Buddha, Bodhisattva, dan arca dewa dewi tersebut sebagai lambang menghadirkan kembali semangat Bodhicitta sewu tahun yang lampau, serta memberikan kesempatan kepada umat untuk menghormati makna Dharma yang direpresentasikan melalui arca bersejarah tersebut.

Pada malam hari tanggal 27, di Zona 1 kaki Candi Agung Borobudur, Acarya Shi Lian-he ( 蓮訶上師 ) selaku direktur Departemen Pendidikan TBF, menjadi upacarika dalam Upacara Agung Homa Maha Padmakumara Putih, upacara dihadiri pula oleh Ketua Umum WALUBI : Ibu Siti Hartati Murdaya, beserta Bhante Pabhakaro. Pihak penyelenggara dan segenap Bodhisattva relawan telah mempersiapkan penataan altar mandala selama beberapa hari, demi memperagung mandala terbesar di dunia, Candi Agung Borobudur, sehingga semua peserta dapat mengikuti upacara dengan lancar dan khidmat.

Pada upacara malam hari itu, barisan Acarya berjalan melangkah masuk area Candi Agung Borobudur dengan membawa obor Bodhicitta penerang jalan menuju pencerahan, saat obor utama di kedua sisi altar telah dinyalakan, langit mencurahkan amrta tirta, hujan gerimis yang tipis dan sejuk, sebagai lambang pembersihan semesta. Pada saat upacara memasuki sesi penyalaan tungku homa, memasukkan sarana puja, dan tarian mudra, gerimis berhenti, dan saat menjalankan pelafalan tahap akhir, amrta tirta kembali tercurah, fenomena manggala ini merupakan bukti bahwa para Dewata turut bersukacita atas pemutaran Dharmacakra Bodhicitta demi kebahagiaan semua makhluk.

Rasa syukur kita persembahkan kepada Mulacarya Dharmaraja Liansheng, Y.A. Atisa Dipamkara, segenap Guru Silsilah, dan para Buddha Bodhisattva di Mandala Agung Borobudur, atas adhisthana yang telah dicurahkan kepada kita, sehingga Upacara Agung Homa Padmakumara Mohon Buddha Menetap di Dunia dapat berjalan dengan manggala dan sempurna.

Sumber :
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=38&csid=8&id=4647

「千年尋根 請佛住世:行菩提」

【TBSN報導】

由宗委會所籌劃的「千年尋根 請佛住世:行菩提」活動,2018年10月26日,於印尼日惹地區婆羅浮圖盛大舉行。蒞臨此次活動的真佛宗上師團,包括宗委會七位處長在內,共有二十一位來自各地的上師。以及法師團十六位,講師助教團,與來自世界各地的真佛宗同門,共計逾千人與會此次殊勝盛會。

此次活動會場除了在日惹舉行的歷史學術交流座談會外,更設置在婆羅浮圖古蹟區舉辦,實屬不易。以往婆羅浮屠每年只開放提供給衛賽節活動作為佛教儀式使用,本次真佛宗能夠申請獲准,為法會活動場地,實為一大創舉。

鑒於今年八月在印尼占碑的學術交流盛況,本次於婆羅浮圖舉行的歷史學術交流座談會,更是吸引了許多印尼當地的大學生來參與。同時,印尼國內也有多處原住民區,包括拉姆村在內的同門,也都遠道而來與會。千人會場,嘉賓雲集、座無虛席。

日惹歷史與學術交流會議座談會會場外,更由本次主辦單位向印尼當地各博物館,申請外借展出千年石雕佛像多尊,供與會眾人參觀,使整場座談會更富有歷史意義與價值,主辦單位的用心,可見一斑。

26日當晚,在婆羅浮圖遺跡下,由宗委會教育處長蓮訶上師主壇「大白蓮花童子護摩大法會」,主辦單位及眾多發心義工的數日佈置,向大眾呈現了莊嚴無比的曼陀羅會場。是日法會由上師團持火炬帶領大眾一步一印,進入莊嚴曼陀羅,霎時,天降綿綿甘霖,為清淨洗滌。直至法會結束,共降下三次甘霖,呈現瑞相。

感恩根本傳承上師 聖尊蓮生活佛、阿底峽尊者,暨歷代祖師、婆羅浮圖壇城之諸佛菩薩加持護佑,請佛住世法會吉祥圓滿。

來源 :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4709

Leave a Reply