Bagian 1 – Dialog Nilai Sejarah dan Upacara Agung di Candi Borobudur – 印尼日惹:歷史學術交流與婆羅浮圖法會

By October 31, 2018News

中文在印尼文下

【TBS Liputan Acarya Lianhua Huijun- 蓮花慧君】

Pada tanggal 27 Oktober 2018, Majelis Agama Buddha Tantrayana Satya Buddha Indonesia bekerja sama dengan Majelis Agama Buddha Tantrayana Zhenfo Zong Kasogatan, diprakrasai oleh True Buddha Foundation, bertempat di Yogyakarta, menggelar acara : ‘Tapak Tilas Sewu Tahun – Mohon Buddha Menetap di Dunia’.

Dialog Nilai Sejarah yang Istimewa

Seorang tokoh arkeolog senior yang sangat dihormati di Indonesia, Prof. Dr. Noerhadi Magetsari, Guru Besar Emeritus Universitas Indonesia yang pada tahun ini berusia 80 tahun mengemukakan : Y.A. Atisa adalah seorang pangeran yang kemudian meninggalkan kehidupan duniawi, menjalani kebiksuan dengan gelar : Dipamkara Srijnana, dan belajar kepada Serlingpa Dharmakirti selama 12 tahun.

Beliau pernah Berdharmayatra ke Nalanda di India, dan berpradaksina di stupa di Bodhgaya, di sana Beliau melihat kehadiran 2 sosok Tara yang saling berbincang mengenai satu-satunya metode untuk mencapai keberhasilan bhavana, yaitu : Bodhicitta, maitri-karuna, dan yang memiliki kualifikasi untuk mentransmisikan ajaran agung ini adalah Guru Agung Dharmakirti dari Suvarnadvipa.

Oleh karena itu, Y.A. Atisa melakukan pelayaran dari India ke Suvarnadvipa, setelah menempuh perjalanan yang penuh dengan aral rintangan, akhirnya Y.A. Atisa tiba di Suvarnadvipa, kemudian terlebih dahulu melakukan penjajakan sebelum berguru dan memohon Dharma kepada Guru Agung Dharmakirti.

Ketua Umum WALUBI, Dra. Siti Hartati Tjakra Murdaya, dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa Candi Agung Borobudur merupakan situs peninggalan bersejarah, sekaligus merupakan tempat suci bagi umat Buddha, merupakan sebuah mandala dan Bodhimanda yang agung, yang kemudian memperoleh pengesahan dari UNESCO, dan pemerintah melakukan pemugaran. Ibu Hartati memuji bahwa ajaran dari Dharmaraja Liansheng sesuai dengan perkembangan zaman. Pada zaman sekarang, kondisi batin manusia sedang terpuruk, Buddhadharma sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas batin umat manusia. Demikian pula dengan Candi Agung Borobudur, yang melalui segala relief dan simbolnya dapat menuntun kita untuk memahami makna kehidupan.

CEO Upacara Agung Atisa 2018, Acarya Shi Lianyue (蓮悅上師 ) memperkenalkan Dharmaraja Liansheng. Tahun ini merupakan tahun ke-51 Dharmaraja Liansheng berkarya, karya tulis beliau telah mencapai 268 buku, beliau bukan hanya seorang Mahasiddha, melainkan juga merupakan seorang Dharmaraja penulis.

Acarya Lianyue juga memperkenalkan tahapan Sadhana Tantra Zhenfo. Dalam setiap upacara agung yang dipimpin oleh Mahaguru di berbagai negara, selalu memecahkan rekor, jumlah peserta mencapai lebih dari sepuluh ribu. Acarya yakin, Upacara Agung Atisa Dipamkara yang akan dipimpin oleh Dharmaraja Liansheng pada tanggal 8 Desember 2018 nanti akan menganugerahkan adhisthana dan manfaat bagi bangsa dan negara Indonesia.

Usai Dialog Nilai Sejarah, penulis dan para Acarya langsung naik bus menuju ke Candi Agung Borobudur. Karena jadwal yang sangat padat, maka makan malam dilakukan di dalam bus.

Pada pukul 8 malam hari itu, semua tiba di Candi Agung Borobudur, sesuai dengan pengarahan dari panitia, setiap Acarya berbaris dengan rapi dan agung sambil membawa obor yang melambangkan transmisi terang Dharma nan agung.

Acarya Lianfei Memandu Setiap Tahap Tata Ritual dan Pelantunan
Upacara Berjalan Dengan Khidmat Penuh Nuansa Keagungan

Usai homa, upacarika Upacara Agung Homa Maha Padmakumara Putih, Acarya Shi Lian-he (蓮訶上師) Berdharmadesana : Hari ini merupakan pertama kalinya beliau memimpin upacara di luar negeri, terlebih adalah upacara ini diselenggarakan di salah satu keajaiban dunia, yaitu : Candi Agung Borobudur, sungguh bagaikan mimpi.

Acarya menekankan, dalam upacara kali ini, selain melimpahkan jasa bagi para korban bencana di Sulawesi Tengah dan Lombok, yang terutama adalah ‘Mohon Buddha Menetap di Dunia’. Kita siswa Zhenfo mesti tekun berbhavana, mendukung Tbboyeh, belajar Dharma menuntun diri sendiri untuk mencapai realisasi terang sifat sejati, dan menyeberangkan insan lain, maka inilah Mohon Buddha Menetap di Dunia yang sesungguhnya.

Di hari pelaksanaan upacara ini, semula BMKG melaporkan akan turun hujan deras, akan tetapi, pada hari itu, berkat adhisthana Mulacarya, udara malam hari di Candi Agung Borobudur sejuk, untuk beberapa saat tetesan lembut amrta tirta tercurah dari angkasa, seakan memberikan abhiseka kepada semua peserta, semua merasa sungguh takjub.

Para cendekia yang hadir pada hari itu juga sangat memuji tekad agung Dharmaraja Liansheng yang telah membabarkan ajaran Tantra ke seluruh penjuru dunia. Semua menyampaikan rasa sukacita menyambut kedatangan Dharmaraja Liansheng untuk sekali lagi membabarkan Dharma di Indonesia, dan mentransmisikan ajaran suci dari Guru Sesepuh : Y.A. Atisa. Kita semua sangat menantikannya, dan pemutaran Dharmacakra agung kali ini pasti memberikan kebaikan bagi lebih banyak lagi insan.

◎ Sumber TBSN :
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=38&csid=8&id=4648

印尼日惹:歷史學術交流與婆羅浮圖法會

【TBS蓮花慧君報導】

2018年10月27日,印尼密總與印尼密教總協會,在宗委會的指導下,於日惹市盛大舉行【千年尋根、請佛住世活動】。

首日當天下午,進行殊勝的歷史學術交流。

印尼大學考古學家:努爾哈提.嘛格薩利榮譽教授 Prof.Dr. Noerhadi Magetsari,現年80歲。他是全印尼考古學家所尊敬的元老。
他表示:阿底峽尊者是一位王子,後來出家,法號:燃燈吉祥智,在12年的時間,跟隨金洲大師 。
他之前到印度那蘭陀,又到菩提迦耶繞塔,看到了2位度母下降,互相談話:為了達到成就,惟一的法門是:發菩提心法、慈悲。而有此資格教導者是法稱大師、金洲大師。
於是阿底峽尊者從印度到金洲島。這段過程非常不容易,度過種種難關。而阿底峽尊者到了占卑,當還沒向根本上師求法,該弟子必須先探索。

印尼佛教徒代表大會周主席表示:婆羅浮圖是文化遺產,是佛教聖地,屬於曼荼羅、道場。後來通過聯合國教科文組織的認證,國家更進一步整修。我們於衛塞節在婆羅浮圖舉辦儀式、也放天燈。希望在蓮生活佛的教導之下,讓這些更趨圓滿。尤其蓮生活佛的教導,都是與時代俱進。現在人心灰墮。希望佛教繼續教導,讓人民能夠幸福圓滿。就像婆羅浮圖佛塔 ,能夠讓我們了解生命意義。

活動總策劃蓮悅上師向與會貴賓介紹聖尊蓮生活佛:聖尊至今寫作51年,文集已經到達268冊,祂不但是成就者,也是法王作家。

她也向貴賓介紹修持真佛密法的次第。聖尊每次蒞臨世界各國主持大法會,往往都是造成數萬人護持的旋風。祂將於2018年12月蒞臨印尼弘傳阿底峽大法,相信為這個國家帶來光明的祝福。

學術研討會首日結束後,筆者與眾上師們,立即搭乘巴士,前往婆羅浮圖。因為行程緊湊,所以在車上享用當地風味便當。

而於晚上8點許,抵達會場,在主辦單位的安排之下,眾上師們人人手持火把,象徵薪火相傳,莊嚴排班入會場。

在蓮飛上師司儀帶領的儀軌之中 ,悠揚的梵唱,莊嚴肅穆。

大白蓮花童子護摩法會主壇蓮訶上師在護摩儀式結束後開示:是日為自己平生第一壇與國外主持的法會,而且,竟然在殊勝的世界七大奇景之一「婆羅浮圖」所舉行,真是如夢似幻。

上師強調是次法會,除了迴向印尼蘇拉維西地震海嘯罹難者之外,最主要是「請佛住世」。真佛弟子實修證得自性光明、護持「真佛般若藏」、自度度他,就是殊勝的請佛住世。

是次法會,原本氣象局預報下大雨,然而,當日卻是天氣清涼,伴上細雨絲絲,在根本傳承的大加持之下,甘露繽紛灌頂,現場與會大眾,人人驚嘆不已。

是日活動的與會學者們,也深深讚嘆師尊弘傳密法於全世界。他們很高興師尊將要再度蒞臨印尼,弘揚祖師阿底峽尊者聖教,皆予以推崇與期待,相信屆時一定廣度眾生,殊勝圓滿。

◎ 來源 :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4710

Leave a Reply