Bagian 1 Rangkaian Liputan ‘Tapak Tilas Sewu Tahun’ di Jambi – 千年尋根 占碑聖地 綻放無量願菩提心光(一)

By September 2, 2018News

中文在印尼文下
Bagian 1 Rangkaian Liputan ‘Tapak Tilas Sewu Tahun – Mohon Buddha Menetap di Dunia’ di Jambi
Tempat Suci Tapak Tilas Sewu Tahun di Jambi Memancarkan Cahaya Ikrar Bodhicitta

Pada tanggal 4 – 5 Agustus 2018, dua hari kegiatan ‘Ikrar Bodhicitta’ diselenggarakan di Jambi Indonesia, berkat kerja sama dari True Buddha Foundation, Panitia Atisa 2018, Majelis Agama Buddha Tantrayana Zhenfo Zong Kasogatan Indonesia, Majelis Agama Buddha Tantrayana Satya Buddha Indonesia ( Madha Tantri ), Vihara Vajra Bumi Jambi, Vihara Tri Agung, beserta sekitar 300 orang Bodhisattva relawan dan umat Sedharma dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan berbagai wilayah lainnya, kegiatan ‘Tapak Tilas Sewu Tahun – Mohon Buddha Menetap di Dunia’ Subtema : Ikrar Bodhicitta, dapat terlaksana dengan sempurna.

Tara Bhagavati Memancarkan Cahaya Maitri-karuna
Para Dewa dan Naga Melindungi
Langit, Bumi, dan Manusia Bersatu
Kegiatan Istimewa Terselenggara Dengan Sempurna

Jambi merupakan sebuah Provinsi yang penuh dengan situs peninggalan budaya agama Buddha, selain kegiatan Waisak setiap tahun, hampir tidak ada kegiatan akbar lainnya yang diselenggarakan di sini, oleh karena itu, kegiatan kali ini sangat diperhatikan oleh masyarakat setempat dan media pusat di Jambi, stasiun televisi pusat di Indonesia juga khusus meliput kegiatan di Jambi kali ini, dengan penuh rasa ingin tahu wartawan mewawancarai Acarya Shi Lianfei (釋蓮飛上師) : “Aliran apakah Zhenfo Zong ini ? Apa makna dari kegiatan yang diselenggarakan kali ini ?”

Acarya Shi Lianfei menuturkan kepada wartawan, pada tanggal 8 Desember tahun ini, perintis Zhenfo Zong, Dharmaraja Liansheng akan memimpin Upacara Agung Atisa Dipamkara di Tangerang, maka pihak panitia secara khusus mempersiapkan serangkaian kegiatan ‘Tapak Tilas Sewu Tahun – Mohon Buddha Menetap di Dunia’, salah satunya adalah kegiatan ‘Ikrar Bodhicitta’ tanggal 4 – 5 Agustus di Jambi ini, serta kegiatan ‘Pengamalan Bodhicitta’ pada tanggal 27 – 28 Agustus di Borobudur, kedua kegiatan ini saling berkaitan dengan kegiatan ‘Penyempurnaan Bodhicitta’ yang akan diselenggarakan di Tangerang pada tanggal 8 Desember nanti, yaitu : Upacara Agung Atisa Dipamkara, upacara ini sekaligus menjadi puncak dari serangkaian kegiatan ‘Janji Sewu Tahun’, kami mengundang semuanya untuk turut berpartisipasi.

Selain itu, media juga mewawancarai dua tokoh arkeolog Indonesia yang juga turut hadir berpartisipasi dalam kegiatan kali ini, yaitu : Profesor Noerhadi Magetsari, dan arkeolog Borobudur dari Staf Ahli Kementerian Pariwisata Indonesia : bapak Dr. Hari Untoro Dradjat.M.A. , kedua arkeolog mengupas sisi sejarah dan budaya dari situs Candi Muarojambi.

Kegiatan Jambi kali ini sungguh merupakan perpaduan sempurna dari faktor langit, bumi, dan manusia, pada tanggal 4 Agustus, sebelum acara dimulai, mendadak turun hujan gerimis membersihkan Candi Gumpung tempat berlangsungnya kegiatan kali ini. Acarya Shi Lianfei menjelaskan bahwa sebenarnya kali ini Indonesia sedang memasuki musim panas, sangat jarang turun hujan, sedangkan gerimis hari ini ibarat amrta yang tercurah dari langit untuk menurunkan suhu udara, sehingga kegiatan di luar ruangan kali ini dapat terlindung dari panas yang menyengat. Selain itu, demi acara kirab api suci Asian Games, pihak pemerintah Jambi melakukan pembersihan dan perbaikan, jalan menuju candi yang semula berlumpur diubah menjadi jalan aspal, serta merapikan rumput di area candi, sehingga area candi menjadi lebih nyaman untuk dikunjungi, membuat kegiatan ‘Tapak Tilas Sewu Tahun’ kali ini dapat berjalan dengan lebih lancar.

Pradaksina dan Meditasi Berjalan di Candi Gumpung
Melarung Pelita Teratai Menyinari Hati Semua Makhluk

Acara dibuka pada pukul 4 sore dengan dipandu oleh Acarya Shi Lianfei (釋蓮飛上師), Acarya Shi Lianyue (釋蓮悅上師), Acarya Shi Liantai (釋蓮太上師), Acarya Shi Lianyuan (釋蓮元上師), Acarya Shi Lianyang (釋蓮樣上師), Acarya Shi Lianpu (釋蓮菩上師), Acarya Shi Lianyang (釋蓮養上師), Acarya Shi Lianjin (釋蓮妗上師) , dan Acarya Shi Lianzui (釋蓮最上師). Sepuluh orang bhiksu dan bhiksuni, para Pandita Dharmadhuta, dan Pandita Lokapalasraya, beserta segenap umat dan simpatisan berbaris rapi, melangkah dengan teratur, tangan memegang pelita teratai, bibir melantunkan Mantra Hati Padmakumara, melakukan meditasi berjalan memasuki area candi dan berpradaksina pada Candi Gumpung. Suara mantra mengalun di area candi, semua memusatkan pikiran dan melebur dalam terang Dharma.

Usai meditasi berjalan selama setengah jam, segenap peserta beristirahat dan makan bersama, saat sesi santap bersama, Acarya Shi Lianfei tetap memandu supaya semua bersantap dengan penuh kesadaran, tetap menjaga ketertiban dan kebersihan, supaya setiap tindakan senantiasa dilakukan dengan penuh kesadaran, tidak lepas dari latihan meditasi.

Di senja hari, dilakukan pradaksina dan meditasi berjalan sesi yang ke-2, di tengah temaram cahaya, semua melakukan meditasi berjalan mulai dari Candi Gumpung sampai ke tepi Sungai Batang Hari, pada setiap jembatan, jalan tanjakan dan turunan, terdapat relawan Bodhisattva yang menjaga keamanan dan dengan ramah memberitahukan kondisi jalan kepada para peserta.

Dengan dipandu oleh Acarya Shi Lianfei, semua tiba di tepi sungai, di mana seribu tahun lampau, Arya Atisa melabuhkan perahu di Jambi untuk belajar Dharma, semua terus melantunkan Mantra Hati Padmakumara, sambil melarung pelita teratai ramah lingkungan. Di bawah pancaran lembut cahaya rembulan, pelita teratai mengapung di permukaan sungai, seakan menyampaikan harapan setiap siswa Buddha : “Semoga Mahaguru senantiasa sehat, menetap di dunia, memutar Dharmacakra, mohon Buddha menetap di dunia, mohon Buddha menetap di hati !”

Berkat Acarya Shi Lianyue, segenap panitia pusat beserta panitia daerah, yang sebelum kegiatan telah terlebih dahulu melakukan survei dan persiapan secara saksama, setiap sesi acara dapat berjalan dengan sempurna.

◎ Sumber :
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=38&csid=8&id=4592

千年尋根 占碑聖地 綻放無量願菩提心光(上)
2018年8月4日至5日,印尼占碑舉行為期二日的願菩提活動,在宗委會、籌委會、印尼密教總協會、印尼密教總會與占碑活動協辦單位圓果、圓相兩雷藏寺,以及約300名來自印尼、馬來西亞、新加坡、台灣,還有其他各地同門及義工的同心合作下,圓滿了此次千年尋根請佛住世-願菩提的活動。

度母垂愛 龍天護佑
天時地利人和 活動殊勝圓滿

占碑是佛教遺跡重鎮,每年除衛塞節會有活動在此舉辦外,幾乎不曾有其他大型活動在此地舉辦,因此,這次活動受到當地及中央媒體關注,印尼中央電視台這次特別前來採訪占碑活動,好奇地詢問蓮飛上師:真佛宗是什麼宗派,以及在此舉辦活動的意義?

蓮飛上師對記者表示,主要是今年12月8日真佛宗創辦人蓮生活佛,將於丹格朗舉行阿底峽尊者大法會。為此,主辦單位特別安排一系列的千年尋根請佛住世活動,包括8月4日、5日在占碑供本塔的願菩提活動,10月27日、28日在婆羅浮屠的行菩提活動,二者相輔相成,串連起年底12月8日將於丹格朗舉行的勝義菩提——阿底峽尊者大法會,屆時將是此系列活動的圓滿之時,歡迎各界善信大德前來參加。

另外,媒體現場也採訪了兩位前來共襄盛舉,參加這次活動的印尼考古學家:Noerhadi Magetsari 教授,及印尼觀光局婆羅浮屠官方專家.考古學家Dr.Hari Untoro Dradjat.M.A. ,兩位教授分別為大眾介紹及說明占碑的歷史古蹟與宗教文化。

此次占碑活動,俱足天時地利人和,8月4日活動開始前,突然天雨紛飛,清淨供本塔場地,據蓮飛上師指出,在印尼這個季節本是酷暑鮮少降雨,而今天降甘霖氣溫下降,使戶外活動減少了暑熱。此外,為了亞運聖火傳遞的活動,占碑省當地政府對古蹟周遭的環境進行大規模的清理與整頓,將原本的黃土泥地鋪設成柏油路面,並修剪叢生的雜草成為整齊的綠地,場地煥然一新舒適宜人,使活動更加流暢。

供本塔 繞塔經行 放水燈
朵朵心蓮 燈燈相照

首日下午4點活動開始進行,在蓮飛上師、蓮悅上師、蓮太上師、蓮元上師、蓮樣上師、蓮菩上師、蓮養上師、蓮妗上師、蓮最上師等的引領之下,十位法師與多位講師、助教和前來護持的同門善信一起列隊,以整齊莊嚴的步伐,手持蓮花燈、唱誦根本傳承上師蓮花童子心咒,緩緩進入會場。禮佛之後,繼續列隊經行繞供本塔,咒音環繞迴盪在整個供本塔,此時此刻每個人皆專一沉浸在光明之中。

在半小時的經行之後,與會大眾稍作休息用膳,傍晚又二度繞塔經行。在蓮悅上師與籌委會事前多次細心縝密的考察場地之下,每個細節都用心地準備、面面俱到呈現盡善盡美。因此,大眾在微暗餘光之中,從供本塔持蓮花燈前往峇當哈利河岸放水燈,沿路行進,無論過橋或上下階梯,皆有保安義工站崗守護,無安全之虞。

在蓮飛上師的引領之下,大眾抵達千年之前,阿底峽尊者來到占碑求法的河岸,弟子們不斷地唱誦蓮花童子心咒,將手中之燈一一傳遞放入河中,在月光之下,水面上浮起一盞盞的蓮花燈,代表弟子們的心聲:祈願聖尊佛體安康、常住世間、永轉法輪、請佛住世!

 

Leave a Reply