Bagian 2 Rangkaian Liputan ‘Tapak Tilas Sewu Tahun’ di Jambi – 千年尋根 占碑聖地 綻放無量願菩提心光(二)

By September 2, 2018News

中文在印尼文下
Bagian 2 Rangkaian Liputan ‘Tapak Tilas Sewu Tahun – Mohon Buddha Menetap di Dunia’ di Jambi
Mohon Buddha Menetap di Dunia – Mohon Buddha Menetap di Hati
Cahaya Nadi Dharma Zhenfo Bersinar Sepanjang Masa

Pada sore hari pukul 4, tanggal 5 Agustus 2018, semua kembali berhimpun di hadapan mandala Syama Tara di Candi Gumpung, usai para Acarya memimpin persembahan dupa dan mahanamaskara, semua duduk bersila, Acarya Shi Lianfei (釋蓮飛上師) memandu semua untuk melantunkan beberapa vihara gita, salah satunya adalah : Gatha Mohon Adhisthana Dharmaraja Liansheng, suara pelantunan yang merdu berkumandang di angkasa, di langit nampak burung-burung terbang melintasi cakrawala, kicauan burung yang berpadu dengan suara pelantunan vihara gita menenangkan hati, membawa semua melebur dengan alam.

Di tengah keheningan senja, para Acarya memandu semua untuk berbaris rapi, melakukan pradaksina, meditasi berjalan, membawa persembahan pelita, sembari melantunkan Mantra Hati Padmakumara. Suasana ritual pradaksina yang khidmat dan penuh nuansa keagungan, seakan membawa kita menembus ruang dan waktu, secara langsung menghayati sukacita Dharma bhavana Arya Atisa bersama Serlingpa Dharmakirti di Jambi.

Sebelum acara penutupan, beberapa Acarya yang hadir memberikan Dharmadesana. Terlebih dahulu, Acarya Shi Lianyuan (釋蓮元上師) menyampaikan bahwa acara pameran buku karya tulis Dharmaraja Liansheng yang digelar di Palembang pada akhir Juli lalu merupakan acara pembuka yang memiliki skala lebih kecil dibandingkan dengan empat hari acara pameran buku yang akan dihelat pada tanggal 4 – 7 Desember mendatang di Bay Walk Mall Jakarta. Selain itu, sehari sebelum Upacara Agung Atisa Dipamkara, Mahaguru akan hadir di arena pameran buku, oleh karena itu, Acarya berpesan supaya semua dapat tiba di Jakarta lebih awal untuk menyambut kedatangan Mahaguru, dan berpartisipasi dalam acara pameran buku. Acarya juga menyampaikan betapa beliau sangat menjunjung tinggi ajaran Bodhicitta yang ditransmisikan oleh Mahaguru, Acarya berharap kita semua dapat mengembangkan Bodhicitta, mengajak segenap kerabat dan handai tolan untuk bersama hadir di Upacara Agung Homa Atisa Dipamkara di Indonesia Convention Exhibition ( ICE ) Tangerang, pada tanggal 8 Desember 2018 mendatang ; Acarya juga mengajak semua untuk kembali berpartisipasi dalam kegiatan ke-2 ‘Tapak Tilas Sewu Tahun’ dengan subtema : ‘Pengamalan Bodhicitta’ di Candi Borobudur, tanggal 27 dan 28 Oktober mendatang.

Acarya Shi Liantai (釋蓮太上師) dari Malaysia, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada segenap panitia yang menyelenggarakan kegiatan ‘Tapak Tilas Sewu Tahun’ kali ini, semua umat yang turut berpartisipasi sungguh memiliki berkah luar biasa, sebab kelahiran sebagai manusia sangat sukar diperoleh, lebih sukar lagi bisa memiliki tubuh yang sehat untuk berbhavana, dan yang paling sukar adalah memiliki jodoh untuk bersarana kepada Guru sejati yang telah cerah, yaitu Dharmaraja Liansheng. Acarya menekankan, ajaran dari Mahaguru merupakan arah bhavana bagi setiap siswa, asalkan kita benar-benar menjalankan bhavana sesuai dengan petunjuk dari Mahaguru, mengamalkan ajaran dengan sungguh-sungguh, maka suatu hari nanti pasti dapat mencapai keberhasilan. Acarya juga memuji keistimewaan dari Upacara Agung yang akan dipimpin oleh Mahaguru pada tanggal 8 Desember nanti di Tangerang, sungguh merupakan jodoh Dharma yang sangat langka, oleh karena itu, jangan sampai melewatkannya. Selain itu, Acarya juga mengajak semua untuk kembali berjumpa pada acara “Pengamalan Bodhicitta” bulan Oktober di Borobudur, serta memberikan doa restu semoga ada lebih banyak lagi umat, simpatisan, dan rohaniwan yang turut berpartisipasi.

Acarya Shi Lianfei (釋蓮飛上師) mengisahkan, seribu tahun lampau, Candi Muaro Jambi tidak sekosong seperti yang kita lihat saat ini, di bawah situs bersejarah saat ini, masih terpendam banyak benda-benda bersejarah dari masa lampau. Pada masa itu, penduduk di Jambi, baik itu pria, wanita, tua, dan muda, semua meyakini ajaran Buddha Tantrayana, dan sering Berdharmayatra kemari untuk mempersembahkan sarana puja, berpradaksina, bermeditasi, bersadhana, menjapa mantra, belajar ajaran Bodhicitta, dan menekuni jalan moksa, seperti halnya kita yang hidup di masa kini, juga sedang menekuni jalan moksa. Acarya memuji leluhur Nusantara di masa lampau, kita di zaman sekarang masih sangat sukar untuk mendirikan satu vihara saja, apalagi para leluhur Nusantara di masa lampau, yang telah membangkitkan Bodhicitta untuk membangun sekian banyaknya candi Buddha. Oleh karena itu, kita mesti menghargai semua yang ada saat ini, gunakanlah dengan sebaik-baiknya untuk membina diri.

Acarya Shi Lianyue (釋蓮悅上師) menyampaikan, ada tiga jalan Bodhicitta yang sesuai dengan kapasitas insan, serangkaian kegiatan ‘Tapak Tilas Sewu Tahun’ ini, akan membuka setiap tingkatan dari jalan Bodhicitta, terus menapaki jalan yang lebih tinggi. Acara ‘Ikrar Bodhicitta’ saat ini merupakan perhentian pertama, yang terutama adalah untuk menyentuh dan membangkitkan Bodhicitta kita semua. Setelah kita membangkitkan Bodhicitta, kita mesti secara bertahap mengamalkannya, ketika kita telah bersedia untuk mengamalkan Bodhicitta, maka niat tersebut akan benar-benar menjadi daya ikrar yang sejati. Di antara tiga jalan Bodhicitta, ada jalan yang paling rendah, meskipun hanya sampai pada berkah di dunia fana, akan tetapi kesungguhan hati dari mereka yang menempuh jalan ini dalam berbuat kebajikan dan berdana, patut dipuji. Sedangkan, jalan Bodhicitta tingkat menengah, sudah mulai menapaki jalan moksa, merupakan bhavana penting untuk mencapai keberhasilan Sravaka, Arhat, dan Pratyekabuddha, singkat kata, mentransformasikan hati sendiri menjadi pelita terang. Sedangkan jalan yang tertinggi, yaitu Bodhicitta Bodhisattva, merupakan pelita yang tak kunjung padam, budi jasa yang tak terhingga, yang sepanjang masa senantiasa menerangi semua makhluk. Selain menyalakan pelita hati diri sendiri, juga menyalakan pelita hati semua makhluk.

Acarya Shi Lianyue juga mengulas mengenai 3 macam dana, yaitu materi, Dharma, dan abhaya-dana, Acarya memotivasi semuanya untuk menggunakan Bodhicitta sebagai persembahan bagi Mulacarya, Buddha, Bodhisattva, Dharmapala, para Dewata, bahkan kepada semua makhluk ; Acarya berpesan kepada semua, tidak peduli sebesar apa pun kesukaran yang Anda alami, jangan sampai membuat sraddha dan Bodhicitta Anda menjadi luntur, sebab Bodhicitta yang sejati pasti bersifat kukuh dan tak kan luntur, jangan sampai berbagai kondisi eksternal membangkitkan kerisauan hati Anda, membuat Anda tidak dapat mengenali Bodhicitta yang sejati. Hanya melalui transformasi pikiran, barulah kita dapat mengatasi segala rintangan.

Dharmadesana para Acarya sungguh sarat dengan manfaat Dharma, semua dipenuhi rasa syukur karena dapat merasakan sejuknya siraman amrta Dharma. Berkat kegiatan kali ini, semua dapat merasakan semangat Bodhicitta Guru Sesepuh dalam memohon Dharma, selain itu, melalui kegiatan lahiriah ini, ke arah dalam, kita dapat meningkatkan kualitas batin Bodhi. Acara ‘Tapak Tilas Sewu Tahun’ – ‘Ikrar Bodhicitta’ di Jambi ini benar-benar berhasil membangkitkan Dharmasukha kita semua.

Di penghujung acara, Acarya Shi Lianyue menyampaikan apresiasi beliau kepada tiga orang Bodhisattva relawan yang paling banyak meluangkan waktu demi terselenggaranya kegiatan kali ini, yaitu : Pandita Lokapalasraya Surya, bapak Wang, dan bapak Hendri. Selain itu, para Acarya juga menyerahkan bentuk apresiasi berupa japamala berkualitas yang telah diadhisthana oleh Mahaguru kepada lebih dari 50 orang Bodhisattva relawan yang telah mendanakan waktu, tenaga, dan materi demi kesuksesan acara ‘Tapak Tilas Sewu Tahun’ di Jambi, Acarya memuji niat dan upaya luhur segenap Bodhisattva relawan yang telah membantu menyempurnakan kegiatan ‘Ikrar Bodhicitta’ di Jambi.

Rangkaian kegiatan di Jambi kali ini, ditutup dengan indahnya pancaran kembang api di angkasa, semua bersama menyanyi, dan saling memberikan pelukan kasih persaudaraan Vajra, serta menantikan perjumpaan kembali dalam rangkaian kegiatan selanjutnya, tanggal 27 dan 28 Oktober 2018 di Candi Borobudur, untuk bersama berbagi terangnya pelita Bodhicitta kepada semua makhluk !

◎ Sumber :
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=38&csid=8&id=4593

千年尋根 占碑聖地 綻放無量願菩提心光(下)
請佛住世 請佛住心
真佛法脈 永續光明

第二天8月5日下午4點,大眾再次回到供本塔綠度母壇城前,在上師們上香與帶領禮佛之後靜坐,由蓮飛上師帶領唱誦,包括祈請蓮生活佛加持文在內的多首歌曲,在空曠的綠地吟誦,飛鳥歸巢斜陽遍照、鳥鳴不時劃過天際,彷彿置身世外桃源,令人身心舒坦,融入情境。寧靜的傍晚,大眾再次在上師們的帶領之下,繼續手持蓮花燈唱誦心咒、莊嚴的跨出每一步繞塔經行,令人不禁有穿越時空、回到昔日金洲大師與阿底峽尊者在占碑修行的景象!

活動接近尾聲,參與盛會的上師們開示致詞。首先蓮元上師表示,七月底在巨港舉辦的師尊文集書畫展的規模較小,今年十二月將於印尼雅加達舉行為期四天的大型師尊文集書畫展;並且,師尊將於12月8日法會前一日蒞臨書畫展會場,希望各方大眾能提早至印尼雅加達一起迎接師尊,並參加書展共襄盛舉。此外,上師讚嘆師尊所傳的殊勝發菩提心法,期勉與會大眾能廣發菩提心,力邀親朋好友參加12月8日的大法會;不僅如此,在10月27日、28日,也一同到全世界最大的立體曼陀羅——婆羅浮圖,參加第二場系列活動《行菩提》。

蓮太上師則感謝主辦單位舉辦千年尋根的弘法活動,在座的同門都很有福份,因人身難得,有一個健康的人身來修行更難得,最難得的是,皈依了真正的明師——根本傳承上師蓮生法王;上師強調,根本上師的教示,就是弟子們修行的方向,只要依照師尊的教示,踏實的依教奉行,一定會有成就的一天。上師也讚嘆,12月8日在丹格朗,由師尊主壇的法會因緣殊勝難得,鼓勵大眾不要錯過;同時也與大家相約,在12月與師尊相見前,在10月時再次於婆羅浮圖的行菩提活動上相見,並祝福屆時會有更多熱烈響應的同門和弘法人員到場。

蓮飛上師向大眾闡述,千年前,占碑並不像現在看到的如此空曠,現今遺跡的地面下,還埋藏許多當時所留下來的文物。當時在占碑住著許多人民,無論男女老少,都是信仰密宗,常常來此持供品繞塔、靜坐、修法持咒,學習菩提心,並修持解脫道——而現今的我們,也同樣是在修持解脫道。上師讚嘆,現今人們要建起一座廟實不容易,何況當時的先人發大菩提心,能建造無數佛塔。因此,我們要珍惜當下,把握修行。

蓮悅上師開示提到,菩提心有「三士道」,此系列活動將其中的重要層次,一層層地打開,推向更高的層次。目前的《願菩提》活動是第一站,主要觸動並開啟我們的菩提心。開啟菩提心後,便要一步步地去實踐,當我們願意去實踐,就會變成願力。菩提心「三士道」中的「下士道」雖停留在人間的福報,但「下士道」者真心行善與佈施的行為仍是令人讚嘆。「中士道」者,開始走向解脫道,是成為聲聞、緣覺、阿羅漢的重要修行,簡而言之,就是讓自心成為一盞不滅的明燈。而「上士道」者,即是菩薩的菩提心——無盡燈、無盡恩,生生世世照眾生,點亮自己的心燈,並再去點亮眾生的盞盞心燈。

蓮悅上師再講述,佈施有三:財、法及無畏施,並以此鼓勵眾人,以菩提心供養根本上師、諸佛菩薩、龍天護法,乃至於所有眾生;也期許眾人,無論遇到任何的挫折與困境,都不要退轉自己的道心即菩提心,因真正的菩提心是堅固不顛倒的,慎勿因各種緣由升起煩惱心,而錯失菩提心。轉個念,就能將眾多逆境化解。

在座與會大眾,於諸位上師精闢的開示分享中,受益匪淺收獲良多,皆報以熱烈掌聲。且親身投入此行活動,體悟祖師求法發菩提心的精神,自己也由外向內增長自心菩提,法喜共勉不虛此行。

最後,蓮悅上師以三位投入工作時間最長的義工做為代表接受表揚,分別是王師兄、Hendri師兄與Surya助教;並由所有上師,一一將法會壇城上供佛的念珠贈送給本次活動的五十位發心義工,表揚肯定義工們的發心,圓滿此次占碑願菩提行活動。

本次活動就在夜空中的璀璨煙火,與眾人溫馨愉快地擁抱中落幕,期待下次於10月27、28日,在婆羅浮圖再相會,共續光明的菩提心!

Leave a Reply