Bagian 4 – Berita Tapak Tilas Sewu Tahun di Jambi 第四 – 千年尋根 請佛住世系列報導 – 占碑活動

By October 7, 2018News

中文在印尼文下
佛教需要發揚教育 -不僅造莊嚴的廟 也要建學校、辦教育
Agama Buddha Perlu Mengembangkan Pendidikan
Tidak Hanya Mendirikan Tempat Ibadah
Namun Juga Mendirikan Sekolah dan Mengupayakan Pendidikan

來源:台灣真佛報第1229期
Sumber : True Buddha News Taiwan Edisi-1229

Acarya Lian-fei (蓮飛上師) mengungkapkan dalam ceramah beliau, bahwa pada tanggal 18 Agustus, Indonesia akan menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games, dan pada tanggal 3 Agustus, di Candi Muaro Jambi diselenggarakan upacara penyerahan api Asian Games, oleh karena itu, pemerintah setempat melakukan pembersihan dan pembangunan jalan setapak di area Candi Gumpung. Acarya Lian-fei menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati Muaro Jambi atas upaya pemerintah dalam membersihkan, menata, dan membangun jalan di Candi Gumpung, selain itu, Acarya Lian-fei juga menyampaikan harapan beliau, supaya tidak hanya pada saat Asian Games saja, namun di masa mendatang, pemerintah tetap melanjutkan upaya pemugaran candi, serta membersihkan, menata, dan membangun jalan di sekitar candi, supaya situs bersejarah yang berusia ribuan tahun di Muaro Jambi dapat terus lestari, sehingga dapat memberikan manfaat bagi penduduk sekitar dan bahkan manfaat bagi semua makhluk.

Acarya Lian-fei menyampaikan, dalam ceramah Prof. Dr. Agus Aris Munandar telah disampaikan bahwa Nusantara kuno menggunakan kata ‘sewu’ ( seribu ) untuk merepresentasikan jumlah yang sangat banyak. Acarya Lian-fei menambahkan, bahwa dalam agama Buddha juga digunakan angka 500 untuk menyatakan sesuatu yang sangat banyak. Akan tetapi, kata ‘sewu’ dalam kegiatan ‘Tapak Tilas Sewu Tahun’ kita kali ini bukan berarti jumlah yang sangat banyak, melainkan benar-benar tepat 1000 tahun. Sebab, pada tahun 1012, Y.A. Atisa telah menyeberangi samudra menuju ke Jambi untuk belajar Dharma kepada Serlingpa Dharmakirti, sedangkan pada tahun 2012, tepat seribu tahun sesudah kedatangan Y.A. Atisa ke Jambi, Mulacarya kita, Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu yang berasal dari Seattle Amerika Serikat, datang ke Jambi untuk berpradaksina di candi dan menanam pohon Bodhi.

Pada tahun 1994, pada saat kunjungan beliau yang ke-2 kalinya di Indonesia, dengan welas asih Mahaguru mengatakan : “Agama Buddha perlu mengembangkan pendidikan, terlebih adalah pendidikan Buddhis.” Mahaguru berharap supaya umat Buddha tidak hanya mendirikan tempat ibadah yang megah, namun juga mendirikan sekolah demi mengembangkan pendidikan. Petunjuk Mahaguru sungguh tepat. Sebab, pada abad ke-20, sebagian besar umat Buddha di Indonesia hanya pergi ke tempat ibadah untuk melakukan ritual sembahyang, sehingga kurang pengetahuan serta pendidikan agama Buddha. Acarya Lian-fei memperkenalkan salah satu buku karya tulis Mahaguru nomor 145, yang berjudul : ‘Batin Teduh Seketika’, di dalamnya ada banyak materi mengenai pendidikan moral.

Seribu tahun lampau, Candi Muaro Jambi merupakan sebuah Mahavihara pusat pendidikan Buddhis yang setara dengan Mahavihara Nalanda di India, banyak Sangha agung dari luar negeri yang datang untuk belajar Dharma, termasuk di antaranya adalah Y.A. Atisa dari India, yang sempat berkunjung ke Jambi, Candi Borobudur, Candi Sari, dan Candi Kalasan ( Candi Dewi Tara ) untuk belajar Bodhicitta. Sedangkan pada zaman ini, tanggal 8 Desember 2018, bertempat di Indonesian Convention Exhibition ( ICE ) Mulacarya kita, Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu akan mentransmisikan Ajaran Luhur Bodhicitta.

Dahulu, mendiang Acarya Harsono ( Lianzhen Shangshi – 蓮真上師 ) dengan gigih berupaya mendirikan sekolah, dan yang istimewa adalah, ketua umum DPP Majelis Agama Buddha Tantrayana Zhenfo Zong Kasogatan Indonesia saat itu, mendaftarkan nama sekolah tersebut dengan nama : Sekolah Atisa Dipamkara. Saat ini Ibu Winarni Harsono menjadi pembimbing dari Sekolah Atisa Dipamkara, dan jumlah murid Sekolah Atisa DIpamkara telah mencapai seribu, bahkan telah mendirikan sekolah cabang. Acarya berharap jika kelak tempat ibadah Zhenfo Zong di Indonesia mendirikan sekolah, dapat mengajukan permohonan untuk menjadi cabang dari Sekolah Atisa Dipamkara.

Sebelum mengakhiri ceramah, terlebih dahulu Acarya Lian-fei membacakan sebuah sajak mengenai Bodhicitta, untuk dibagikan kepada segenap tamu agung dan hadirin, dengan harapan supaya kita semua terus berupaya mengembangkan sikap batin mulia untuk mencapai Bodhi.

Semoga Cahaya Kasih Universal Senantiasa Menerangi Indonesia

Dalam ceramahnya, Acarya Lian-yue (蓮悅上師) menyampaikan bahwa bagi umat Buddha, Bodhicitta merupakan Sifat Buddha yang paling sempurna ; Sedangkan bagi para insan, Bodhicitta merupakan cahaya kasih universal. Tapak tilas kali ini mengandung 2 aspek, yang pertama, tapak tilas ke arah luar, yaitu menelusuri jejak sejarah, sebuah perjumpaan menembus ruang dan waktu, untuk membangkitkan tekad yang sama, yaitu Bodhicitta. Sedangkan ke arah dalam, tapak tilas merupakan upaya untuk menemukan, dan membangkitkan Bodhicitta dalam diri, dan merealisasikan Sifat Buddha yang sempurna.

Meskipun Y.A. Atisa dan Dharmaraja Liansheng telah mengajarkan banyak Ajaran yang sangat berharga kepada segenap siswa, akan tetapi yang paling diutamakan adalah Ajaran Bodhicitta. Kedua Suciwan ini juga memberikan teladan kepada kita, betapa beliau sangat menghormati dan menjunjung tinggi Sang Guru. Y.A. Atisa sendiri senantiasa menghormati dan memuliakan Guru Beliau, yaitu Serlingpa Dharmakirti, Beliau selalu membawa serta sarira dari Serlingpa Dharmakirti. Dharmaraja Liansheng juga senantiasa menjunjung tinggi segenap Guru Silsilah beliau. Kedua Arya ini memberikan teladan nyata kepada segenap siswa, supaya melalui bhavana yang benar, sadhaka dapat memancarkan Bodhicitta dari lubuk hati, demi memberikan manfaat kepada semua makhluk.

Selain itu, Acarya juga menyatakan bahwa selama beberapa waktu berada di Indonesia, beliau merasakan bahwa Indonesia merupakan negara yang penuh dengan toleransi beragama, tiap-tiap agama yang berbeda dapat saling berdampingan dan saling menghormati. Ini merupakan bukti bahwa ajaran cinta kasih universal dari para leluhur di Nusantara masih terus diamalkan oleh penduduk Indonesia. Acarya berharap supaya cinta kasih universal ini dapat terus diwariskan kepada anak cucu, bahkan sampai seribu tahun mendatang ! Acarya menutup ceramah dengan menyampaikan doa restu bagi Indonesia, semoga cahaya cinta kasih universal ini senantiasa menyinari bumi Indonesia.

Keempat pembicara saling melengkapi satu sama lain, dengan setulus hati berbagi pengetahuan baik itu ilmu pengetahuan maupun Dharma kepada para peserta, sehingga melalui acara dialog kali ini, berhasil mewujudkan keindahan perpaduan ilmu pengetahuan, budaya, dan agama. Di penghujung acara, pihak panitia membagikan cendera mata kepada segenap tamu agung dan dilanjutkan dengan berfoto bersama. Semua menantikan kesempatan mendatang, untuk kembali menyaksikan keindahan simfoni antara ilmu pengetahuan, budaya, dan Dharma, pada acara ‘Tapak Tilas Sewu Tahun – Pengamalan Bodhicitta’ yang akan diselenggarakan pada tanggal 27 – 28 Oktober 2018 di Candi Borobudur.

Keesokan hari setelah acara dialog nilai sejarah, untuk lebih memperluas pengetahuan sejarah Indonesia, maka pada tanggal 6 Agustus 2018, panitia mempersiapkan wisata ke Museum Siginjei Jambi. Pemandu wisata menggunakan video singkat untuk menjelaskan berbagai benda bersejarah, berbagai suku, dan cara hidup leluhur di Jambi. Menyaksikan sejarah Nusantara di Museum Siginjei, membuat kita semua dapat memahami, mengapa berbagai agama dan suku dapat hidup penuh harmoni di bumi Indonesia.

( Bersambung )

佛教需要發揚教育
不僅造莊嚴的廟 也要建學校、辦教育

蓮飛上師演講提到,8月18日適逢本屆亞運大會即將在印尼開幕,亞運會聖火特於8月3日在占碑佛塔古蹟舉行交接典禮,於是當地政府特為供本塔周邊大興土木修建一番。蓮飛上師乘此機緣感謝在場的副縣長之餘,更希望副縣長不只因為亞運而修復佛塔的棧道,往後更能專為占碑佛塔周邊地區作一番全面的建設,讓千年古蹟保存完好,利樂眾生。

考古學家 Agus Aris Munandar 教授說,印尼的文化裡面習慣用「一千」來表示很多的意思。我們佛教裡面也是習慣用五百來表示很多。但我們這次的千年尋根並不是表示很多,而是真正的一千年。1012年阿底峽尊者飄洋過海來到印尼占碑向金洲大師學法,而2012年,整整是一千年以後,我們的根本上師,來自美國西雅圖的蓮生法王,來到印尼占碑阿底峽修行古蹟繞塔、種菩提樹。

1994年師尊第二次來到印尼,語重心長地說 : 我們佛教需要發揚教育,特別是佛法的教育。師尊又曾經希望不要只建莊嚴的廟,我們也要建學校、辦教育。師尊的指示是正確的。因為20世紀以前,大部分印尼的佛教徒只懂得來廟拜拜,缺乏佛法教育。上師同時介紹師尊文集 :《當下的清涼心》,裡面有很多有關道德教育的資料。

一千年前的占碑佛塔區就是印度那蘭陀大學的大寺院再版,很多國外僧眾都趕來學習佛法,包括阿底峽尊者,來到印尼占碑、婆羅浮屠塔、薩禮塔及卡拉山塔 ( 度母廟 ) 學習菩提心。而2018年12月08日我們的根本上師蓮生法王即將在 Indonesian Convention Exhibiton ( ICE ) 傳此殊勝的菩提心法教。

當時印尼的蓮真上師(已故)努力建學校(師尊賜名華光敬德學校),巧的是當時的印尼真佛宗密教總協會主席,為華光敬德學校向印尼教育局註冊時賜名:阿底峽 燃燈 ( Atisa Dipamkara ) 學校。現在該校由劉月琴師姐來繼續帶領指導,目前有千名學生,還另設有分校。上師希望將來印尼分堂若要建學校,可以申請成為華光敬德學校的分校。末了,蓮飛上師朗誦一首有關「菩提心」的偈,和在座嘉賓分享,做為演講的結語。

祝福光明大愛 永在印尼發光發熱

最後,蓮悅上師演講表示,對於佛教徒來說,菩提心即是最圓滿的佛性;對於普羅大眾,菩提心則是無私廣大且光明的大愛。此次尋根,有二個層面:向外追尋歷史的足跡,與歷史連結,在時空中交會,生起共同的感情;向內則往自心尋求,開啟菩提心,顯現圓滿的佛性。阿底峽尊者和蓮生活佛雖然教導弟子們很多珍貴的法教,但都最重視菩提心。兩位尊者也同時示現對於根本傳承上師的恭敬與頂戴,阿底峽尊者時時頂禮及讚嘆金洲大師,更隨身帶著金洲大師的舍利子;蓮生活佛也時時頂禮傳承祖師;兩位尊者以身教教導弟子,讓佛子們透過修行,流露出內心最美好的能量。

此外,上師也表示,在印尼的這段期間,感受到印尼是一個宗教包容的國度,各種宗教都包容著彼此。為此,上師也期許這份兼容的大愛能夠繼續傳到未來的千年。最後,蓮悅上師給予印尼最真心的祝福,願光明的大愛能永在這片土地上放光。

四位主講者皆熱情傾囊相授,並和與會者有誠摯、懇切的理念互動與交流,在談話中激發出更多歷史學術與宗教文化的火花!最後,在主辦單位贈予各位貴賓供本塔紀念獎座及合照留影之中圓滿落幕,期待未來再次的交流!

籌委會借地利之便,也安排學術交流次日,8月6日的知性之旅-參觀占碑博物館,在導覽及短片介紹解說中,讓大家能夠更進一層去瞭解占碑的歷史文物、種族及前人生活、古蹟遺物等等。更瞭解印尼經歷不同時代的民族統治,造就今日各宗教與各種族間的融合相處及兼容並蓄!

沒完待續…..

 



◎ 「千年尋根 - 請佛住世 」副主題:「行菩提」2018年10月27至28日在婆羅浮屠
‘Tapak Tilas Sewu Tahun – Mohon Buddha Menetap di Dunia’ Subtema : ‘Pengamalan Bodhicitta’, tanggal 27 – 28 Oktober 2018 di Candi Borobudur :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=556499194806588&id=466031497186692

◎ 2018年12月08日,印尼時間下午兩點正「千年之約-圓滿菩提」蓮生法王親自主壇阿底峽尊者護摩大法會-首傳:阿底峽尊者本尊法及菩提道炬論灌頂(含:還淨及皈依灌頂)
8 Desember 2018, pukul 14:00 ( WIB ) ‘Janji Sewu Tahun – Penyempurnaan Bodhicitta’ Dharmaraja Liansheng Memimpin Upacara Agung Homa Atisa Dipamkara Srijnana, menganugerahkan transmisi perdana : Sadhana Adinatayoga Atisa dan Bodhipathapradipa ( Termasuk : Abhiseka Sarana dan Purifikasi )
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=557909194665588&id=466031497186692

法會地點 Lokasi Upacara :
Indonesia Convention Exhibition ( ICE )
Jalan BSD Grand Boulevard Raya No. 1
BSD City , Tangerang , Indonesia

◎ 2018年12月阿底峽尊者護摩大法會 詳情請洽主辦單位
Informasi Upacara Agung Homa Atisa 2018:
秘書處 Sekretariat :
WA / Line / WeChat (中文 Mandarin) : +62 851-0011-2255
WA / Line / WeChat (English / Bahasa Indonesia) : +62 813-8787-5517

E-mail : tbf2018atisa@gmail.com

Facebook : facebook.com/tbiatisa2018/
IG : Atisa2018

◎ FAQ 常見問題 : http://tbina.org/faq/

◎ 線上報名 Pendaftaran Online :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=559501611173013&id=466031497186692

◎ 報名表下載區 Ruang Unduh Formulir Pendaftaran :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=534923330297508&id=466031497186692

Leave a Reply