Kenangan Arya Atisa – 阿底峽尊者的懷念

By July 23, 2018Atisa

◎ Karya Tulis Dharmaraja Liansheng, buku ke-231 Legenda Dharmaraja

Ketika Arya Atisa hendak Parinirvana, Beliau memberitahu segenap siswa, bahwa Beliau akan terlahir di Surga Tusita dengan gelar ‘Akasavimala-kumara’ ( Kumara adalah Bodhisattva )
Saat itu, segenap siswa berkumpul di satu tempat.

Para siswa bertanya :
“Jika Hyang Arya Parinirvana, kepada siapakah hendaknya kami berlindung ?”

Hyang Arya menjawab :
“Dromtonpa !”
Saat itu, semua sungguh terkejut.
Sebab Dromtonpa tidak disukai banyak orang.

Khuton mengatakan :
“Apa kemampuan dan kualitas dari Dromtonpa sehingga Ia dapat meneruskan ajaran dari Hyang Arya ? Bukankah lebih baik saya yang meneruskan kepemimpinan.”

Yogi mengatakan :
“Berkah Dromtonpa sangat sedikit, hanya pernah menjadi abdi Hyang Arya, kenapa bisa menjadi penerus ?”

Hanya Lotsawa yang mengatakan :
“Dalam segala ajaran disebutkan bahwa pahala berasal dari Guru, dalam hal mengabdi kepada Guru, kita semua tidak sebanding dengan Dromtonpa. Oleh karena itulah, hanya Dromtonpa yang sanggup menjadi penerus ajaran Hyang Arya.”

Saat itu, Arya Atisa mengatakan :
“Apabila dapat dengan tubuh, ucapan, dan pikiran mengabdi kepada Guru, maka tidak diperlukan lagi pelatihan yang lain.”

Aranya mengatakan :
“Dromtonpa bisa menjadi penerus. Kami semua yang fokus pada sadhana, tidak tahu bagaimana mengabdi kepada Guru, bersadhana tidak sebanding dengan mengabdi kepada Guru, pahala dari mengabdi kepada Guru mengungguli pahala bersadhana.”

Siapakah Dromtonpa ?
Dromtonpa lahir pada tahun 1005 di Nyainqentanglha Tibet Utara ( Wozha Jimo ). Ibu kandungnya meninggal dunia di usia muda, dan Beliau tidak cocok dengan ibu tirinya, di masa kecil ia pergi ke Kham untuk mencari nafkah.

Beliau menjadi asisten seorang Lama agung, bekerja di siang hari, dan belajar Buddha di malam hari. Beliau tekun dan tahan banting, memiliki akar kebajikan, serta rajin belajar, Lama Agung sangat menyukainya, sangat menghargainya, dan secara khusus mentransmisikan Buddhadharma kepadanya.

Ketika Arya Atisa masuk Tibet, Lama Agung itu merekomendasikan Dromtonpa untuk belajar kepada Arya Atisa. Semenjak saat itulah Dromtonpa mulai mengikuti Arya Atisa, dan tidak pernah meninggalkan Beliau. Berkat pengabdian Dromtonpa kepada Arya Atisa, maka Beliau tidak kembali ke India. Semua Buddhadharma dari Arya Atisa ditransmisikan kepada Dromtonpa.

Pada tahun 1054, setelah Arya Atisa Parinirvana di Nyetang, Dromtonpa menjadi pemimpin semua siswa dari Arya Atisa.
Dromtonpa mendirikan Vihara Nyethang Drolma untuk mengenang Hyang Arya.
Dromtonpa juga mendirikan Biara Reting yang terkenal di Tibet. Semenjak saat itu, Biara Reting menjadi tempat untuk menerima siswa dan mentransmisikan Dharma, serta mendirikan sekte Kadampa yang terkenal di Tibet.
Dromtonpa Parinirvana pada tahun 1064.

Dalam beberapa kehidupan lampau, Guru dari Arya Atisa adalah Mahaguru Suvarnadvipa ( Dharmakirti ), Hyang Arya mengabdi kepada Mahaguru Suvarnadvipa selama 12 tahun, dan Arya Atisa memperoleh transmisi sejati dari Mahaguru Suvarnadvipa.

Arya Atisa paling mengenang ‘Mahaguru Suvarnadvipa’. Ke mana pun Beliau pergi selalu membawa sarira dari Mahaguru Suvarnadvipa. Arya Atisa juga sangat mengenang Dromtonpa. Sebab Dromtonpa juga telah mengabdi kepada Arya Atisa selama lebih dari 10 tahun.

Oleh karena itu, dalam Tantra :
“Pahala mengabdi kepada Guru merupakan yang paling penting !”

Ketika Arya Atisa meninggalkan pulau Sumatera, Beliau berpesan kepada sesepuh penduduk setempat :
“Kelak jika ada yang mengenakan topi merah dan mengajarkan mantra : ‘Om. Guru. Liansheng. Siddhi. Hum.’, kalian mesti bersarana kepadanya. Sebab beliau adalah titisan dari Arya Atisa !”

Oleh karena itu, penduduk setempat Jambi bersarana kepada Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu, dan menekuni Sadhana Tantra Zhenfo. Dari satu desa disiarkan ke desa yang lain, sangat banyak penduduk setempat di Indonesia yang bersarana !
Ketika Guru Lu berkunjung ke Jambi, terjadi keajaiban alam !

📖 Tbboyeh, Free member and reading The Dharma :
https://www.tbboyeh.org/eng#/

⛩ FB Page Atisa 2018 阿底峽尊者千年尋根 :
https://www.facebook.com/tbiatisa2018/

阿底峽尊者的懷念

恭錄自 蓮生活佛盧勝彥文集第231冊─法王的大傳說

阿底峽尊者將涅槃時,告訴諸弟子,他將往生「都史天」,稱號是「虛空無垢童子」(童子即菩薩)。

爾時諸弟子聚會一處。
眾弟子問:
「尊者涅槃,弟子們將依怙誰?」
尊者答:
「仲敦巴!」

那時,大眾駭然。
因為「仲敦巴」並不受人喜歡。

枯敦說:
「仲敦巴,何德何能,能任持尊者的教軌?還不如我來任持。」
瑜珈者說:
「仲敦巴福分甚少,只是事奉尊者而已,為什麼可以任持?」

只有譯師說:
「一切教中,皆說功德從師長生,承事師長,我等諸人,都不如仲敦巴。所以以任持尊者法軌,亦只能由仲敦巴了。」

這時,阿底峽尊者說:
「若以身口意來承事師長,不須另求所修。」

阿蘭若者說:
「仲敦巴可以任持。我們專修者,不知承事師長,專修不如承事,承事的功德,在專修之上耳。」

仲敦巴是誰?
仲敦巴於一00五年出生,生於藏北念青唐古拉「沃扎吉莫」地方。母早逝,與繼母不和,小時候一個人走到康區,幫人謀生。
他幫一位大喇嘛做事,白天做事,晚上學佛。他吃苦耐勞,善根甚厚,勤奮好學,大喇嘛很喜歡他,器重他,特別傳他佛法。

阿底峽尊者來西藏,大喇嘛推荐「仲敦巴」去求法。於是「仲敦巴」從此跟隨阿底峽尊者,沒有離開過,阿底峽因為有了「仲敦巴」侍候,就沒有回印度。
阿底峽的佛法,全部傳給「仲敦巴」。

一0五四年,阿底峽尊者圓寂於「聶搪」之後,「仲敦巴」成了阿底峽尊者徒眾的首領。
「仲敦巴」建「聶塘寺」紀念尊者。
「仲敦巴」在熱振建了西藏著名的「熱振寺」,從此以後,以熱振寺為據點,授徒傳法,創宗立教,「噶當派」聞名於西藏。
「仲敦巴」在一0六四年圓寂。

若干世前,阿底峽尊者的師父金洲大師,尊者待奉金洲大師共十二年。阿底峽尊者盡得金洲大師的真傳。
阿底峽最懷念「金洲大師」。走到任何一地,皆持著「金洲大師」的舍利。
阿底峽尊者也最懷念「仲敦巴」。因為「仲敦巴」同樣待奉阿底峽尊者十多年之故。
所以密教:
「事師功德,至重,至重。」

阿底峽尊者離開「蘇門答臘島」的時候,對常當地土著長老說:
「將來若有載紅帽者,傳『嗡。古嚕。蓮生。悉地吽。』咒者,你們要去皈依。那是我阿底峽尊者的再來人也!」

於是印尼占碑土著,全皈依「蓮生活佛,盧勝彥」,學習「真佛密法」。一個村落傳一個村落,印尼土著皈依者多矣!
當盧師尊至「占碑」時 ,天顯異相矣!

📖 真佛般若藏 免費成員及閱讀佛法 :
https://www.tbboyeh.org/cht#/

⛩ Atisa 2018 阿底峽尊者千年尋根 :
https://www.facebook.com/tbiatisa2018/

Leave a Reply